Tentang kami
Titis Private saya dirikan sejak saya kuliah di MIPA UNS Surakarta tepatnya tahun 1999. Saya diajak kakak kelas saya (sekarang beliau guru SMA Lab School Rawamangun) memberi les pada anak kelas 3 SMP akhirnya keterusan sampai sekarang. Tadinya tak pernah sedikitpun terbersit di pikiran saya untuk menjadi seorang guru, saya rasa hampir semua murid SMA kalau ditanyain pasti tidak ada yang pengen jadi guru karena saat itu kesejahteraan guru belum terjamin seperti saat ini. Eh pas saya ngebantuin ibu saya yang buka kantin di RS ada seorang bapak yang meminta saya untuk mengajar ngaji putrinya SMPN 1 Solo, kemudian saat libur menunggu pengumuman UMPTN saya kembali ditawari untuk memberi les cucu mantan Gubernur Jambi saat itu anak tersebut masih kelas 4 Sd Al-Azhar 1 Kebayoran baru, nah saya harus tinggal di rumah beliau istilah jawanya ngenger. Memang saya berangkat dari keluarga tidak mampu tapi bukan miskin banget sih, orang kalau dihitung tahun 1997 itu ortu saya harus mengeluarkan ongkos becak sebesar Rp 10.000,-/hari belum yang menggaji pembantu di kantin rp.5000,-/hari.so saya pikir bapak saya terinspirasi keluarga di Amerika yang melepas anak-anak mereka setelah lulus SMA,mungkin biar saya menjadi pribadi yang tangguh tak mudah menyerah dan ini memang benar saya rasakan hasilnya(terima kasih banyak bu Win). Bayangkan saya yang cuma ke Jakarta saat liburan ke tempat bulik saya eh disuruh bayar listrik di Gambir sendirian naik angkutan umum sementara rumah yang saya tempati ada di Tanah Kusir!Alhamdulillah banget ngga nyasar, saya yang tadinya bener-bener pendiam harus berani bertanya pada orang kalo ngga tau jalan (terimakasih pak,bu)tentunya pada orang yang tepat. Pernah suatu hari pas sepulang bimbel di Kenari saya diikuti seorang pria yang bertanya bis ke Radio Dalam entah pura-pura mungkin eh ternyata mau ngikutin ke rumah waduh saya harus melarikan diri nih, dengan sediikit berakting saya berhasil menyelinap menghindari orang tersebut, besoknya saya minta dianterin pembantu ke kenari tapi selanjutnya saya berani sendiri. Lika-liku ngenger di rumah orang lain harus saya syukuri dan ambil hikmah di baliknya. Dimarahin? Sering, apalagi kalau ibu angkat saya banyak pikiran,dituduh menggunakan telepon ke Solo salah satu hal yang membuat saya sedih banget saat itu pengen pulang rindu bapak dan ibu..so saya memutuskan untuk memilih UNS saat UMPTN yang harus saya urus sendiri pula dari pendaftaran sampai tes saat itu yang ada di benak saya hanya sedih dan sedih,sekarang saya harus mengucapkan banyak terimakasih pada bu Win yang telah mendidik saya mandiri tanpa menggurui,sekali lagi terimakasih bu..mohon maaf bila saat itu saya berprasangka buruk. Nah sejak itu saya tertarik mengajar, karena ternyata ada suatu kepuasan yang luar biasa saat anak didik berhasil meraih angka terbaik, tapi jeleknya saya sukanya memberi les privat karena bagi saya kalau saya mengajar satu kelas dan ada yang tidak paham pelajaran berarti saya telah mendzholimi murid saya. Maka dari itu saya memilih berkonsentrasi di Titis Private selain membimbing belajar insyaallah mencoba membuka lapangan kerja baru untuk mahasiswa-mahasiswa yang mencari tambahan uang saku.
Selain bimbingan belajar privat, saya membuka bimbingan belajar yang satu kelasnya maksimal 12 siswa saja. Bimbingan belajar Titis College namanya biar keren dikit..bimbel yang letaknya di kontrakan saya ini ditujukan untuk orang yang tidak mampu membayar di bimbel-bimbel ternama saat ini, walaupun demikian saya tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk murid-murid saya, dilatar belakangi saat sekolah dulu saya tidak mampu ikut bimbel walo sebenarnya pengen so saya belajar sendiri dibimbing bapak kadang. So walau terbatas kita harus semangat belajar!harus!
So mohon doa restunya serta tak lupa tetap pilih Titis Private untuk bimbingan belajar privat putra-putri anda…Salam…
Setiap anak adalah Bintang
Setiap anak terlahir unik dan istimewa dengan bakat,kemampuan, sifat karakter yang benar-benar unik dan tidak ada yang sama bahkan mirip walau terlahir kembar identik sekalipun.sang kakak mungkin mempunyai sifat pendiam,lembut dan sangat pemalu sementara adiknya berkebalikan 180 derajat yaitu murah senyum,ceriwis tapi gampang marah. Begitupun dalam belajar,setiap individu berbeda-bedadalam memahami pelajaran.saya pribadi lebih suka belajar pas pagi-pagi bener sebelum sholat subuh tanpa suara apapun,sementara adik saya lebih suka belajar sambil nonton tv tapi hebatnya dia bisa memperoleh nilai bagus untuk pelajaran Matematika. Adapula murid saya yang belajar sambil o.l , kalau menurut saya dia bisa memahami dan mengerjakan soal-soal yang saya berikan bagi saya tidak masalah dia bagaimana cara belajarnya. Berangkat dari sini saya mencoba memberikan yang terbaik untuk murid – murid saya, mencoba memahami, menyelami karakter setiap murid dalam membimbing mereka belajar.